HIKMAH SHOLAT WAJIB

Posted on Updated on

1. Sholat adalah suatu ibadat yang terdiri dari perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan tertentu yang dimulai dengan takbiratul ihram dan disudahi dengan salam, disertai dengan syarat-syarat yang sudah ditentukan.
2. Dan dirikanlah olehmu sholat, karena sesungguhnya sholat itu dapat mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Q.S Al-Ankabut 45.
3. Dirikanlah sholat, sesungguhnya sholat itu adalah fardlu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. Q.S An Nisa’ 103.
4. Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat maka basuhlah mukamu, basuhlah tanganmu sampai dengan siku, sapulah kepalamu dan basuhlah kakimu sampai kedua mata kaki. QS Al Maidah 6.
5. Apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka sempurnakanlah wudlumu dan menghadap kiblat. H.R Muslim.
6. Sholat adalah perbuatan yang mula-mula dihisab bagi seorang hamba. Apabila sholatnya baik maka baiklah semua perbuatannya, dan apabila shalatnya jelek maka jeleklah semua perbuatannya.
7. Sholat adalah tiangnya agama. Barang siapa yang mengerjakannya berarti menegakkan agama, dan barang siapa yang meninggalkanya berarti dia meruntuhkan agama.
8. Barang siapa yang meninggalkan sholat wajib maka sungguh dia adalah kafir.
9. Sholatnya seorang laki-laki berjama’ah lebih baik daripada di rumahnya sendirian selama 40 tahun.
10. Barang siapa yang memelihara sholat 5 waktu, maka sholat itu akan menjadi cahaya, petunjuk dan penyelamat baginya pada hari kiamat. Dan barang siapa yang tidak memelihara sholat, maka sholat itu tidak menjadi cahaya, petunjuk, dan penyelamat baginya pada hari kiamat. Dan pada hari kiamat dia dikumpulkan bersama Qorun, Haman dan Ubay bin Kholaf.

11. Barang siapa melakukan sholat 5 waktu dengan berjema’ah, maka baginya 5 macam hadiah:
I. Dia tidak ditimpa kefakiran di dunia.
II. Allah membebaskan dia dari siksa kubur.
III. Dia akan menerima kitab catatan amal dengan tangan kanannya.
IV. Dia akan melewati jembatan shiratol mustaqim laksana halilintar yang menyambar.
V. Allah memasukkan di surga tanpa hisab dan siksa.
Barang siapa yang mengabaikan sholat wajib, maka dia akan menerima 15 macam siksaan (6 siksaan dunia, 3 siksaan ketika mati, 3 siksaan dalam kubur dan 3 siksaan ketika keluar dari kubur).
6 siksaan di dunia:
I. Berkah umurnya dicabut.
II. Tanda-tanda orang sholeh di wajahnya sudah tidak ada.
III. Setiap amal yang dilakukan tidak akan diberi pahala oleh Allah.
IV. Bila berdoa tidak akan diangkat ke langit, sehingga tidak dikabulkan.
V. Tidak mendapat doa dari orang-orang sholeh.
VI. Dibenci oleh orang banyak.

3 siksaan ketika sakaratil maut (mati):
I. Mati dalam keadaan terhina.
II. Mati dalam keadaan lapar.
III. Mati dalam keadaan haus.
3 siksaan di dalam kubur:
I. Kuburannya dipersempit/dihimpit bumi.
II. Ruang kuburnya terisi api.
III. Di dalam kubur akan bertemu ular Syuja’ Al Aqra’.
3 siksaan ketika keluar dari kubur:
I. Dihisab dengan ketat.
II. Dibenci Allah.
III. Masuk neraka.

NABI MUSA DITEGUR MALAIKAT JIBRIL
Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Terdengarlah ucapan dari dalam “Silahkan masuk”. Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, “Wahai Nabi Allah, tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya.”
“Apakah dosamu wahai wanita ayu?” Tanya nabi Musa terkejut. “ Saya takut mengatakannya,” jawab wanita cantik. “Katakanlah jangan ragu-ragu!” desak Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak.
Perempuan itu meneruskan, “Dari perzinahan itu, sayapun lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya cekik lehernya sampai tewas,” ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya.
Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang, ia menghardik,”Perempuan bejat, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!” teriak Nabi Musa sambil memalingkan muka karena merasa jijik.
Perempuan berwajah cantik dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk keluar dari rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan.
Wanita itu tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu, mau dibawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya.
Ia tak tahu bahwa speninggalannya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, “Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar dari padanya?”
Nabi Musa terperanjat. “ Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita penzina dan pembunuh itu?” maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. “Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang nista itu?”
“Ada!” jawab Jibril dengan tegas.
“Dosa apakah itu?” Tanya Musa penasaran. “Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar daripada seribu kali berzina.”
Mendengar penjelasan ini, Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk, memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.
Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja dengan berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah tuhan. Bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memrintah hamba-Nya.
Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh, berarti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti menerima kedatangannya.
Dalam hadits Nabi Muhammad SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan shalat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur’an, membunuh 70 Nabi, dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka’bah.
Dalam hadits yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan shalat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqada’nya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah 80 tahun. 1 tahun adalah 365 hari, sedangkan 1 hari di akherat perbandingnnya adalah 1000 tahun di dunia.
Demikian kisah Nabi Musa, wanita penzina dan dua hadits Nabi. Mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban shalat dengan istiqamah. Tolong sebarkan kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahui. Subhanakallahumma wabihamdika asyhaduallaa iilaaha illa anta, astaghfiruka aw atubu ilaiik.

Ditulis kembali oleh : KH. ABD. RAHEM USYMUNI
Ponpes TARATE SELATAN Tarate Pandian Semunep.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s