Soal nomor 5
Hitung resistansi ekivalen dari rangkaian di bawah ini
30 Ω seri dengan 50 Ω menghasilkan Ra
Ra = 30 Ω + 50 Ω = 80 Ω
Ra paralel dengan 25 Ω menghasilkan Rb
Rb = (80) (25) / (80 + 25) = 19.05 Ω
Rb seri dengan 20 Ω menghasilkan Rc
Rc = 19.05 + 20 = 39.05 Ω
Rc paralel dengan 40 Ω menghasilkan Rd
Rd = (40) (39.05) / (39.05 + 40) = 19.76 Ω
Rekivalen dari rangkaian di atas adalah 10 Ω seri dengan Rd seri dengan 15 Ω
Rekivalen = 10 + 19.76 + 15 = 44.76 Ω
Soal nomor 6
Hitunglah semua nilai arus dan tegangan pada resistor, nilai i dan v.
Bila anda jeli, anda akan menemukan bahwa R2 dan R3 adalah paralel, menghasilkan Ra
Ra = R2 || R3 = (8) (10) / (8+10) = 4.44
Ra seri dengan R1 menghasilkan Rb
Rb = Ra + R1 = 4.44 + 5 = 9.44
Dengan menggunakan aturan pembagi arus
iRb = 5 × (R4) / (R4+Rb) = (5) (4) / (4+9.44) = 1.49 A
iR4 = 5 × (Rb) / (R4+Rb) = (5) (9.44) / (4+9.44) = 3.51 A
vR4 = (iR4) (R4) = (3.51) (4) = 14.04 V
Karena Rb merupakan susunan seri dari Ra dan R1, maka
iRb = iRa = iR1 = 1.49 A
vR1 = (iR1) (R1) = (1.49) (5) = 7.45 V
Ra adalah susunan paralel antara R2 dan R3, maka dengan aturan pembagi arus
iR2 = iRa × (R3) / (R2+ R3) = (1.49) (8) / (8+10) = 0.66 A
iR3 = iRa × (R2) / (R2+ R3) = (1.49) (10) / (8+10) = 0.83 A
vR2 = (iR2) (R2) = (0.66) (10) = 6.6 V
vR3 = (iR3) (R3) = (0.83) (8) = 6.64 V
v = -vR1 = -7.45 V
i = -iR2 = -0.66 A
Hasil lengkapnya seperti ini
Soal nomor 7
Hitung semua arus dan tegangan pada semua resistor pada rangkaian ini
Pertama-tama, R2 seri dengan R3 menghasilkan Rs1
Rs1 = R2 + R3 = 20 + 30 = 50
R6 seri dengan R7 menghasilkan Rs2
Rs2 = R6+R7 = 20 + 40 = 60
Rs1 paralel dengan R4 menghasilkan Rp1
Rp1 = R4 || Rs1 = (30) (50) /(30+50) = 18.75
Rs2 paralel dengan R5 menghasilkan Rp2
Rp2 = Rs2 || R5 = (60) (60) / (60+60) = 30
Rp1 seri dengan Rp2 menghasilkan Rs3
Rs3 = Rp1 + Rp2 = 18.75 + 30 = 48.75
Rs3 paralel dengan R8 menghasilkan Rp3
Rp3 = (50) (48.75) / (50 + 48.75) = 24.68
Rtotal adalah Rp3 seri dengan R1
Rtotal = Rp3 + R1 = 24.68 + 10 = 34.68
iR1 = E/Rtotal = 50/34.68 = 1.44 A
Karena R1 seri dengan Rp3, maka
iRp3 = iR1 = 1.44 A
karena Rp3 adalah R8 paralel dengan Rs3,
menggunakan cara pembagian arus
iR8 = iRp3 × (Rs3)/(Rs3+R8) = (1.44) (48.75) / (48.75+50) = 0.71 A
vR8 = (iR8) (R8) = (0.71) (50) = 35.5 V
atau, nilai vR8 dapat dihitung dengan cara: R8 adalah paralel dengan Rp3, sehingga nilai tegangnnya haruslah sama
vR8 = vRp3 = (Rp3) (iRp3) = (1.44) (24.68) = 35.5 V
kedua cara ini memberikan hasil yang sama.
iRs3 = iRp3 × (R8)/(Rs3+R8) = (1.44) (50) / (48.75+50) = 0.73 A
karena Rs3 adalah Rp1 seri Rp2
iRp1 = iRp2 = iRs3 = 0.73 A
dengan aturan pembagi arus
iRs1= iRp1 × (R4) / (R4 +Rs1) = (0.73) (30) / (30+50) = 0.27 A
Karena R3 dan R2 adalah seri, maka
iR2 = iR3 = iRs1 = 0.27 A
iR4= iRp1 × (Rs1) / (R4 +Rs1) = (0.73) (50) / (30+50) = 0.46 A
dari nilai iRp2 = 0.73 A, kita gunakan pembagi arus untuk mendapatkan iRs2 dan R5
iRs2 = iRp2 × (R5) / (R5 + Rs2) = (0.73) (60) / (60+60) = 0.365 A
karena Rs2 adalah rangkaian pengganti seri dari R6 dan R7, maka
iR6 = iR7 = iRs2 = 0.365 A
iR5 = iRp2 × (Rs2) / (R5 + Rs2) = (0.73) (60) / (60+60) = 0.365 A
Kita telah mendapatkan semua nilai arus iR1 hingga iR8, untuk menghitung drop tegangan pada masing-masing resistor, kita gunakan hukum Ohm : v = iR
Soal nomor 8
Apabila suatu rangkaian diketahui nilai-nilainya pada gambar di atas, hitunglah R dan v.
R4 dan R3 tersusun paralel, digantikan oleh Ra
Ra = R4 || R3 = (200) (300) / (200+300)= 120
Aturan pembagian arus
iR = (6) × (R1)/(R1+R+Ra) = (6) (50) / (50 + R + 120) = 300/(170+R)
Diketahui pada gambar vR = 20 V
vR = (iR) (R)
20 = (300R)/(170+R)
3400 + 20R = 300R
280R = 3400
R = 3400/280 = 12.14
V = vRa (paralel)
V = (iR) (Ra) = (300) (120) / (170 + 12.14) = 197.65 V
Artikel Terkait :
Contoh Soal : Rangkaian Seri-Paralel (bagian 1)
Contoh Soal : Analisa Node (bagian 1)
Contoh Soal : Analisa Node (bagian 2)










i like it…..!
good job..
OK,thnks
trimakasih…bos
Sama-sama,Bung
iyes! bantu banget ini!
Bgaimana dgn,, jika diketahui 1 dan 2batrai 1,5 volt,, di rangkaikan seri,, dan paralel,,,dngan mnggunakan 1 dan 2 lampu kecil ( senter),,,, dlm 2x percobaan
bila diketahu 2 baterai masing-masing 1.5V, dan sebuah lampu kecil (disimbolkan dengan resistansi,R) maka, apabila :
1. Dua baterai dirangkai seri : arus yang mengalir pada lampu menjadi (i = 3V/R).
2. Begitu pula bila dirangkai paralel : arus yang mengalir pada lampu menjadi (i = 3V/R).
Dengan kata lain, susunan 2 buah baterai yang dirangkai seri atau paralel akan membuat arus yang mengalir pada beban menjadi lebih besar daripada dengan 1 baterai
Bedanya, pada rangkaian yang seri, tegangan pada terminal beban (dalam hal ini lampu) menjadi 3 volt, sedangkan pada rangkaian yang paralel, tegangan pada lampu tetap 1.5 Volt.
lumayan ngerti deh
senang bisa berbagi informasi
ManTeP GAn . . .
Hehe . .